Katulistiwa, Indonesian Space Week 2010

Oleh: Prahesti Husnindriani

Masih jelas teringat perayaan World Space Week 2010 lalu yang serentak dilaksanakan di hampir seluruh negara di dunia pada pekan awal bulan Oktober. Dalam kesempatan itu, Himpunan Mahasiswa Astronomi Institut Teknologi Bandung (Himastron ITB) mengadakan acara serupa dengan nama Khatulistiwa: Indonesian Space Week 2010 pada tanggal 2-9 Oktober 2010. Dengan mengangkat tema umum Mysteries of Cosmos dan tema lokal Astronomi dan Indonesia, Himastron ITB turut serta dalam upaya pengembangan dan pengenalan ilmu Astronomi di Indonesia.

Kegiatan ini berlangsung meriah. Serangkaian acara diadakan secara berturut-turut dari pagi hingga malam hari. Rangkaian acara tersebut meliputi: Grand Talkshow: Astronomi dan Indonesia, Talkshow: Global Warming vs Global Cooling, Astro Kids, observasi malam, observasi Matahari, pameran astronomi, pemutaran film astronomi, dan rangkaian kuliah umum Mysteries of Cosmos.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai macam kalangan. Siswa sekolah, mahasiswa, guru, orang tua beserta anak-anak turut meramaikan kegiatan yang diadakan setahun sekali ini. Sangat jelas terlihat antusiasme para peserta dalam menyimak informasi yang disampaikan. Mereka umumnya masih belum terlalu mengenal ilmu Astronomi sebagai bagian dari sains.

Talkshow

Pada tanggal 2 Oktober 2010, rangkaian acara Khatulistiwa 2010 dibuka dengan Grand Talkshow: Astronomi dan Indonesia dan Talkshow: Global Warming vs Global Cooling. Bertempat di Aula Timur ITB, acara ini menarik banyak pengunjung dari berbagai kalangan. Pembicara yang dihadirkan adalah profesional yang telah lama berkecimpung di bidangnya masing-masing. Mereka adalah Dr. Hakim L. Malasan, Avivah Yamani, M. Si., Drs. Widya Sawitar, Dr. Dhani Herdiwijaya, dan Dr. Edvin Aldrian.

Grand Talkshow: Astronomi dan Indonesia membahas tentang perjalanan astronomi sejak sebelum berdirinya Negara Indonesia hingga era modern saat ini. Banyak cerita dan pengalaman menarik yang disampaikan oleh pembicara selama talkshow berlangsung. Dengan kepiawaian moderator Aria Judhistira, M. Si.,  sesi tanya jawab dan diskusi berlangsung sangat aktif. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menghadirkan Dr. Dhani Herdiwijaya dan Dr. Edvin Aldrian pada Talkshow: Global Warming vs Global Cooling. Talkshow ini mengangkat topik yang masih hangat dan ramai di masyarakat, yaitu mengenai aktivitas Matahari yang berkaitan erat dengan kenaikan dan penurunan suhu Bumi. Diskusi dan sesi tanya jawab berlangsung sangat aktif dengan dipandu oleh moderator Evan I. Akbar, S. Si.

Pada saat jeda istirahat, para peserta dipersilahkan untuk menikmati pameran lukisan dan foto hasil dari lomba-lomba yang diadakan panitia Khatulistiwa 2010. Tentu saja, foto dan lukisan tersebut masih bertemakan astronomi. Hal ini sesuatu yang jarang terjadi di Indonesia karena biasanya lomba-lomba yang diadakan mengangkat tema yang umum. Dengan adanya pameran ini, para peserta dimanjakan dengan pemandangan spektakuler lukisan benda-benda angkasa serta foto-foto astronomi dan lingkungan.

Selain itu, pengunjung yang kebetulan lewat di sekitar kampus ITB dapat menggunakan tiga buah teleskop Vixen yang tersusun rapi untuk melakukan observasi Matahari. Banyak sekali pengunjung yang ternyata belum pernah melihat dan menggunakan teleskop secara langsung. Mereka sangat antusias saat mengetahui adanya observasi Matahari. Selama observasi berlangsung, para pengunjung juga dapat menikmati pameran poster yang berisikan informasi mengenai astronomi dan penjelajahan antariksa.

Kuliah Umum

Selain acara di atas, Khatulistiwa 2010 juga berisi rangkaian kuliah umum. Pada tanggal 4 Oktober 2010 diadakan kuliah umum berjudul Mitologi Konstelasi. Dr. Moedji Raharto hadir sebagai pembicara dan menyajikan materi seputar sejarah dan cerita dibalik suatu konstelasi atau rasi bintang yang kita kenal beserta kebudayaan dari peradaban yang mengilhami cerita tersebut.

Keesokan harinya, kuliah umum Extrasolar Planet and Life diadakan di tempat yang sama, yaitu di Campus Center Barat ITB dengan menghadirkan Dr. Taufiq Hidayat sebagai pembicara. Dr. Taufiq Hidayat membahas pengertian extrasolar planet, sejarah penemuannya, hingga pencarian SETI atau Search For Extra Terrestrial Intelligence. Peserta yang hadir berasal dari kalangan yang beragam, bahkan ada keluarga yang membawa serta anak-anaknya. Materi yang disampaikan pun ringan dan mudah dicerna oleh para peserta. Diskusi pada sesi tanya jawab berlangsung sangat menarik selama rangkaian kuliah umum ini.

Pada tanggal 1, 6, dan 9 Oktober 2010, saatnya acara Astro Kids yang ditujukan untuk anak-anak TK di Kota Bandung. Acara ini diadakan di tiga lokasi berbeda, yaitu di TK Tunas Harapan, Anak Indonesia School (AIS), dan TK Pertiwi. Dalam kegiatan ini, anak-anak diajak untuk mendengarkan dongeng astronomi dan mengamati Matahari secara langsung dengan menggunakan teleskop Vixen dan Galileo. Mereka terlihat sangat antusias

Credit Foto: Himastron ITB

antusias saat mendengarkan dongeng astronomi terlebih lagi saat mereka bisa melihat penampakan Matahari lebih dekat. Banyak pertanyaan-pertanyaan polos yang mengalir dari bibir kecil mereka. Dengan sabar para panitia menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya sederhana namun pada kenyataannya sangat sulit untuk menjawabnya.

Sementara itu observasi malam dilaksanakan pada setiap petang selama 4 - 7 Oktober 2010. Pada pelaksanaannya memang sempat terkendala dengan cuaca yang kurang bersahabat. Namun, sambil menunggu cuaca cerah, peserta yang hadir di Lapangan Campus Center Timur ITB menikmati suguhan pemutaran film astronomi. Saat bintang-bintang mulai terlihat, para peserta mulai bersemangat dan mengantri untuk melihat obyek-obyek langit dengan menggunakan teleskop. Anak-anak kecil hingga orang dewasa terlihat sangat menikmatinya. Sering terjadi diskusi ringan mengenai astronomi saat sedang mengamati benda-benda langit. Demi kepuasan pengunjung panitia menyediakan tiga buah teleskop sehingga mereka tidak perlu lama mengantri pada saat ingin menggunakannya.

Hampir enam bulan sudah setelah acara perayaan tersebut terakhir kali dilaksanakan. Khatulistiwa 2010 menyisakan kenangan manis bagi segenap anggota Himastron ITB. Semoga kenangan tersebut juga akan terus diingat oleh peserta yang turut berpartisipasi. Dengan adanya kegiatan ini,  harapan bahwa astronomi di Indonesia semakin berkembang dan maju menjadi semakin besar. Kita optimis suatu saat nanti Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain dan menjadikan astronomi sebagai sains yang diminati oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.***


Majalah Astronomi - 2011

Majalah Astronomi diterbitkan dalam edisi cetak dan versi online.

Untuk berlangganan edisi cetak dan informasi lainnya, hubungi kamii Majalah Astronomi