
Yuri Gagarin. Credit Space Daily
Penjelajahan manusia ke angkasa luar sudah dimulai ribuan tahun lalu. Tetapi tidak secara fisik. Para filsuf Yunani seperti Aristoteles melanglang langit melalui ide-idenya tentang semesta. Ptolemy yang hidup beberapa ratus tahun kemudian menggambarkan benda-benda langit mengelilingi Bumi mengikuti orbit lingkaran mereka masing-masing. Ide itu bertahan selama hampir dua ribu tahun. Namun pengetahuan modern sudah meninggalkan model semesta Ptolemy. Penjelahan ilmu pengetahuan kini sudah jauh melampaui pengembaraan pikiran Ptolemy.
Tetapi kapankah penjelajahan sesungguhnya manusia secara fisik ke angkasa luar dimulai? Dibandingkan dengan perjalanan pikiran manusia yang bermula ribuan tahuan lalu, perjalanan fisik manusia ke angkasa luar belumlah lama berselang. Peristiwanya (baru saja) terjadi 50 tahun lalu, tepatnya pada 12 April 1961. Adalah kosmonaut Rusia Yuri Gagarin yang menjadi orang pertama yang mengorbit Bumi. Ini adalah saat yang sangat bersejarah dalam penjelajahan manusia ke alam sekitarnya. Sejak ratusan tahun lalu para pemberani menyeberangi samudera, mendaki puncak gunung, dan menembus rimba belantara. Tetapi Yuri Gagarin memulai sejarah baru: melesat lepas dari muka Bumi dan mengorbit pada ketinggian terjauh 327 kilometer. Ia menjadi pembuka jalan medan jelajah ruang angkasa.

Roket peluncur Vostok. Credit Esa
118 Menit Yang Bersejarah
Sejak paruh kedua abad ke-20 dua negara adidaya Amerika Serikat dan Uni Soviet (sekarang Rusia) saling berebut supremasi ruang angkasa. Ini, tentu saja, adalah politik. Mereka tidak hanya ingin mendominasi tiga matra (darat, laut dan udara) tetapi juga ingin berjaya di matra ke-4 yaitu ruang angkasa. Kedua negara gencar mengembangkan proyek-proyek ruang angkasa. Uni Soviet dengan Sputnik-1, satelit buatan yang pertama mengorbit Bumi, pada 4 Oktober 1957 berhasil menggungguli Amerika. Empat tahun kemudian Yuri Gagarin membawa Uni Soviet kembali unggul.
Siapakah Yuri Gagarin? Ia adalah seorang penerbang muda angkatan udara Rusia. Ketika program Vostok dimulai Yuri Gagarin bersama lima orang lainnya terpilih sebagai kandidat kosmonaut yang akan mengawaki Vostok-1. Mereka menjalani berbagai program persiapan yang berat. Dalam salah satu latihan Yuri Gagarin mengalami kecelakaan namun ia berhasil lolos tanpa luka.
Nama Yuri Gagarin diumumkan sebagai kosmonaut mengawaki kapsul Vostok-1 dua hari menjelang jadwal peluncurannya. Tiga hari sebelumnya hampir saja Yuri Gagarin batal terpilih lantaran bobot total pesawat melebihi ambang batas maksimum. Kandidat kedua Herman Titov yang sedikit lebih langsing sempat diusulkan namun keputusan akhirnya tetap memilih Yuri Gagarin.
Pagi hari 12 April 1961, Yuri Gagarin dalam pakaian kosmonaut memasuki kapsul ruang angkasa Vostok-1 yang sempit di ujung roket peluncur 8K72 yang akan membawanya ke orbit pada ketinggian apoge (titik terjauh dari Bumi) 230 kilometer di atas muka Bumi. Semuanya berjalan lancar kecuali pintu kapsul yang tidak tertutup sempurna. Para insinyur Rusia dengan cepat melakukan perbaikan. Tepat pukul 09.07 waktu setempat roket peluncur 8K72 menggemuruh-mengangkasa dari Kosmodrom Baikonur membawa Yuri Gagarin yang duduk di dalam kapsul Vostok-1. Selama mengorbit Bumi Yuri Gagarin akan melakukan komunikasi dengan stasiun kontrol di Bumi. Ia harus melaporkan sejumlah parameter fisis yang dibaca melalui panel yang pada jaman sekarang akan tampak sederhana jika dibandingkan dengan panel kemudi pada mobil keluaran terbaru.